Proses Produksi Kerajinan Bahan Lunak Buatan dari Lilin

Kerajinan dari Lilin

Berikut alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat lilin hias :
1.      Lilin bubuk / serut
2.      Crayon
3.      Sumbu
4.      Gelas / bisa diganti dengan cetakan sesuai bentuk yang anda inginkan
5.      Penyangga
6.      Pengaduk
7.      Wadah
8.      Pewangi jika diperlukan

Setelah alat dan bahan sudah terkumpul siahkan ikuti langkah-langkah berikut ini.
Langkah pertama :
Siapkan wadah lalu masukan bahan lilin atau lilin bubuk ke dalam wadah tersebut. Kemudian panaskan di dalam oven hingga mencair. Apabila anda tidak memilii oven anda juga bisa memanaskan alat bantu lain untuk mencairkan lilin. Cairan lilin ini digunakan untuk melapisi sumbu yang akan pada lilin supaya dapat berdiri tegak saat diletakan dalam gelas atau cetakan.

Langkah kedua :
Apabila lilin telah mencair, tuangkan sedikit lilin cair kedalam gelas kaca mini atau apapun yang akan dijadikan wadah atau cetakan lilin hias. Kemudian letakan sumbu yang sebelumnya telah diolesi lilin cair ke dasar gelas. Ketika sumbu diletakan pastikan sumbu bisa berdiri tegak di dalam gelas atau cetakan.

Langkah ketiga :
Ambil krayon yang tadi telah disiapkan, pilih warna sesuai dengan lilin yang akan dibuat. kupas dan buang bungkus kertas pada krayon dan ambil isi krayonnya saja.

Langkah keempat :
Campurkan beberapa potong krayon kedalam wadah dengan bahan lilin / lilin bubuk dengan jumlah sesuai kebutuhan tergantung seberapa banyak dan seberapa besar lilin yang ingin anda buat. Pastikan masing-masing wadah berisi warna yang berbeda-beda . Lalu panaskan kedalam oven atau pemanas lain hingga mencair.

Langkah kelima :
Setelah campuran krayon dan lilin mencair, silahkan keluarkan dari oven. Siapkan gelas atau wadah yang tadi telah ditempeli tali. Letakan gelas dengan posisi miring. Gunakan alat penyangga untuk menghingari gelas terguncang dan merusak bentuk lilin. Tunggu hingga membeku terlebih dahulu baru kemudian anda dapat menuangkan kembali lilin dengan warna yang berbeda.

Langkah keenam :
Setelah lilin cair pertama membeku, balik dan miringkan gelas pada posisi sebaliknya. Kemudian tuangkan lilin cair dengan warna berbeda kedalam gelas dengan posisi miring berlawanan arah.


Langkah ketujuh :
Setelah lapisan kedua telah memadat silahkan tegakan posisi gelas dan kemudian tuangkan campuran lilin dengan warna berbeda hingga terisi penuh. Tunggu hingga lilin memadat dan dingin. Setelah lilin memadat maka lilin hias sudah jadi dan siap untuk menghiasi ruangan untuk memeriahkan momen anda.

Demikian tahap demi tahap cara pembuatan lilin hias, semoga bermanfaat dan memberikan inspirasi apabila anda ingin membuat lilin hias sendiri. Selamat mencoba J




sumber: http://ilmukerajinan.blogspot.com/2015/11/kerajinan-tangan-dari-lilin.html
READMORE
 

Proses Produksi Kerajinan Bahan Lunak Alam dari Adonan Tepung

Kerajinan dari Adonan Tepung (Flour Clay)

Cara Membuat Clay dari Tepung Terigu

Hal paling penting dalam membuat clay ini adalah bagaimana clay yang kamu buat menjadi kalis. Begitu juga kalau mau membuat clay dari bahan tepung terigu ini. Takarannya harus pas supaya adonannya menjadi kalis dan bisa mudah dibentuk. Cara membuat clay tepung terigu ini juga paling mudah karena bahan digunakan juga tidak terlalu banyak.
Bahan:
  • 80gr Tepung Terigu
  • 80gr Tepung Tapioka / Tepung Kanji
  • 80gr Tepung Beras
  • 200gr Lem Putih / Lem Kayu
Langkah-langkah Membuat Clay Tepung Terigu:
  1. Campurkan tepung dengan lem putih, lalu uleni hingga tercampur rata.
  2. Setelah terbentuk adonan, bagi beberapa bagian.
  3. Warnai setiap bagian dengan warna berbeda dengan cara memasukkan tusuk gigi ke dalam cat poster lalu oleskan pada adonan.
  4. Pulung-pulung adonan hingga cat tercampur rata.
  5. Setelah diwarnai, adonan clay siap digunakan.

Syarat-syarat Perancangan Benda Kerajinan


1. Kegunaan (Utility) Benda kerajinan harus mengutamakan praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan. Contoh: mangkuk untuk wadah sayur.
2. Kenyamanan (Nyaman) Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya. Contoh: cangkir didesain ada pegangannya.
3. Keluwesan (Fleksibilitas) Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya. Contoh: sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki.
4. Keamanan (Keamanan) Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya. Contoh: piring dari serat kelapa harus mempertimbangkan komposisi zat pelapis / pewarna yang dipakai tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah makanan.
5. Keindahan (Aestetik) Benda yang indah memiliki daya tarik lebih dari benda yang biasa-biasa saja. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, diuatkan bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya.


READMORE
 

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Lunak Buatan

Beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk
kerajinan terbagi menjadi dua jenis sebagai berikut.

1. Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang
diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak,
lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Beragam karya kerajinan dari
bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan.
Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa polymer clay, gips, fiberglass,
lilin, sabun, dan parafin
.

Keragaman bahan lunak tentunya memiliki karakteristik yang
berbeda satu sama lainnya. Berikut ini merupakan ciri-ciri dari bahan
lunak yang perlu dikenal dan dimengerti.

Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari
bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam dengan maksud
mendapatkan efek duplikasi bahan alam dan bersifat lunak.

a. Polymer Clay dan Plastisin
-- Polymer clay dan plastisin memiliki ciri-ciri yang serupa, memiliki
aneka warna yang cerah, dan bertekstur padat lunak.
-- Yang membedakan hanya pada polymer clay tidak mengandung
minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak.
-- Pada saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan
plastisin tetap seperti semula.

b. Fiberglass
-- Fiberglass memiliki struktur cair, dan jika mengering akan
mengeras.
-- Fiberglass juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras.
-- Kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak/dicor.
-- Campuran fiberglass adalah katalis. Katalis inilah yang membuat
fiberglass dapat cepat mengeras.
-- Pewarnaan fiberglass dilakukan saat masih keadaan cair maupun
saat bahan mengering.
-- Fiberglass tahan lama dan kuat. Wujudnya bening sebening kaca
atau air, sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air.

c. Lilin dan Parafin
-- Lilin dan parafin berwujud padat, namun jika dipanaskan akan
mencair.
-- Pengolahan kerajinan dengan bahan lilin dan parafin dilakukan
dengan cara cetak/cor.
-- Pewarnaan dilakukan saat lilin mencair.
-- Lilin atau parafin dapat dicampur dengan aroma pewangi
tertentu untuk menambah sensasi saat digunakan.
-- Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan
dicetak kembali.

d. Gips
-- Wujud bahan gips adalah bubuk, dicampur dengan air menjadi
adonan yang kental. Adonan inilah yang akan mengeras jika
didiamkan. Oleh karena itu, mengolah gips harus dengan cara
dicor atau dicetak.
-- Pewarnaan gips biasanya setelah produk jadi.
-- Gips mudah pecah sehingga harus berhati-hati saat berkarya
dengan bahan ini.

e. Sabun
-- Sabun berwujud padat sehingga dapat langsung diukir saat
padat.
-- Sabun dapat pula diparut/dihaluskan dan dibentuk seperti
flour clay.
-- Sabun yang didiamkan akan mengeras.
-- Pewarnaan sabun dilakukan dengan mempertahankan warna
sabun atau dapat pula ditambah biang warna saat sabun
dibuat adonan.


sumber: http://www.pakgurusaloom.site/2018/06/jenis-dan-karakteristik-kerajinan-bahan.html
READMORE
 

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Lunak Alam

Beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk
kerajinan terbagi menjadi dua jenis sebagai berikut.

1. Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan lunak untuk karya kerajinan yang
diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami
tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh
bahan lunak alam adalah tanah liat, kulit, getah nyatu, bubur tisu,
dan flour clay
.

1. Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan yang berasal dari tumbuhan dan
hewan atau lapisan bumi yang bersifat lunak.
a. Tanah Liat
-- Tanah liat memiliki warna yang beragam, tetapi semuanya
merupakan warna natural tanah, yaitu cokelat. Ada yang
berwarna cokelat muda, tua atau cokelat keabu-abuan, serta
cokelat keputihan. Setiap warna bergantung pada kandungan
dari masing-masing tanah tersebut. Tanah yang mengandung
kaolin lebih banyak akan berwarna lebih putih, stoneware lebih
kehitam/keabu-abuan, sedangkan earthenware lebih terlihat
cokelat kemerahan.
-- Tanah liat stoneware memiliki daya bakar hingga 1300OC,
sedangkan earthenware hanya sampai 900OC.
-- Tanah liat mudah hancur jika tidak melalui proses pembakaran.
Jika dibakar, jenis kerajinan ini disebut keramik.
-- Campuran tanah liat adalah air.
-- Pewarnaan tanah liat dapat dilakukan dengan glasir (pembakaran
tinggi hingga 1300OC), dapat pula hanya dibakar bisquit (900 OC)
lalu diberi warna cat langsung.

b. Kulit
-- Kulit berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga
mudah dibentuk.
-- Kulit ada yang berwarna hitam, putih, cokelat ataupun krem,
sesuai dengan hewan yang dikuliti.
-- Kulit alami jika terbakar akan berbau sate.
-- Kulit tidak tahan air, jika terkena air akan merusak struktur kulit.

c. Getah Nyatu
-- Getah nyatu merupakan getah dari pohon nyatu yang berwarna
putih.
-- Warnanya yang putih memudahkan untuk diberi warna warni.
Warna yang digunakan berasal dari pewarna alam sehinga
warnanya pun natural tidak secemerlang warna buatan.
-- Jika ingin dibentuk, getah harus dimasak terlebih dahulu agar
lunak dan elastis.
-- Jika dipanaskan akan melunak, tetapi lama kelamaan akan
mengeras.

d. Flour Clay
-- Flour clay berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga
kalis dan mudah dibentuk.
-- Flour clay juga dicampur dengan air.
-- Kerajinan dari flour clay tidak tahan air, karena jika terkena air
akan mudah rusak.
-- Pewarnaan flour clay dapat dilakukan dengan pewarna makanan
atau sintetis agar muncul warna-warna yang cemerlang.



READMORE
 

Prinsip Kerajinan Bahan Lunak

Pada praktiknya kerajinan dibuat dengan mempertimbangkan wilayah
kerja dengan beberapa prinsip berikut.
1. Keterampilan Tangan
Kerajinan dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan.
Meskipun diproduksi banyak, produk kerajinan masih tetap mengandalkan
tangan. Sementara itu, industri bertumpu pada kekuatan mesin. Inilah
yang membedakan antara produk kerajinan dan produk industri.
2. Keterampilan Teknik
Pembuatan benda-benda kerajinan dilakukan secara berulang-ulang
dan didasari oleh keterampilan teknik/keprigelan. Sehingga produk
yang dihasilkan sudah tentu memiliki kekhasan tangan yang nampak
dengan detail, rumit, dan hanya bisa dilakukan dengan keterampilan
teknik yang dimiliki oleh tangan seseorang.
3. Kedaerahan/Tradisional
Kerajinan merupakan benda-benda yang mempunyai nilai guna
praktis, bersifat universal, dibuat dengan keterampilan teknik tangan
namun masih dipengaruhi oleh adat istiadat setempat.

Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan
bahan dasar yang bersifat lunak yaitu lentur, lembut, empuk, dan mudah
dibentuk.
 Prinsip pembuatan kerajinan bahan lunak alam dan buatan
memiliki kecenderungan yaitu sengaja dibuat orang secara khusus dan
sangat mempertimbangkan aspek pemaduannya.
 Pemaduan yang dimaksud
adalah penggunaan bahan lain dengan warna dan bentuk yang berbeda
tetapi padu dengan bahan dasarnya. Pemaduan juga dapat dilakukan
dengan bahan serupa tetapi dibuat dengan karakteristik yang berbeda.

Secara umum jenis karya ini dapat dipilah menurut manfaatnya, sebagai
berikut.
1. Kelengkapan Busana
Produk kerajinan bahan lunak dibuat dengan mempertimbangankan
produk tersebut dapat mempercantik diri dalam menggunakan busananya.
Contohnya produk-produk aksesoris seperti gelang, kalung, bros, dan
cincin.

2. Kelengkapan Suatu Benda
Kerajinan bahan lunak yang difungsikan sebagai kelengkapan
suatu benda. Sebagai contoh, kotak tisu yang dilengkapi dengan
hiasan keramik pada bagian muka. Jika kotak tisu sudah tidak terpakai,
keramik dapat dilepas dan dipasangkan pada kotak tisu lainnya.

3. Kelengkapan Rumah/Bangunan
Produk kerajinan dapat dijadikan manfaat sebagai pelengkap
rumah/bangunan tertentu. Contohnya, air mancur berbentuk kodok
di taman rumah.

4. Kelengkapan Keperluan Ritual/Upacara Adat
Banyaknya ritual/upacara adat Nusantara, tentunya bervariasi pula
kerajinan bahan lunak yang dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap
upacara. contohnya lilin. Lilin banyak digunakan untuk berbagai acara
ritual dan pesta adat.


Berdasarkan prinsip kebermanfaatan di atas maka kerajinan bahan lunak
dapat dikategorikan sebagai produk-produk berikut.
1. Menambah keindahan
Keberadaan kerajinan bahan lunak dapat memperindah penampilan.
2. Memberi penekanan atau kekhasan pada suatu benda
Jika diberi kerajinan bahan lunak, maka sesuatu akan terkesan khas.
3. Menjadi persyaratan pemakaian
Kerajinan bahan lunak merupakan persyaratan untuk dipakai, jika tidak
digunakan maka tidak berarti apa-apa.
4. Merupakan pertanda atau simbol
Produk kerajinan bahan lunak dijadikan sebagai pertanda atau simbol
suatu kepentingan.
5. Dibuat khusus sesuai benda aslinya (duplikasi)
Kerajinan bahan lunak dibuat secara khusus menyerupai bentuk aslinya
untuk alasan dan kebutuhan tertentu.
6. Sebagai bagian dari karya seni
Karena mencerminkan ekspresi keberagaman budaya Nusantara, maka
kerajinan bahan lunak merupakan bagian dari karya seni.




sumber: http://www.pakgurusaloom.site/2018/06/prinsip-kerajinan-bahan-lunak.html
READMORE
 

Tugas 1 Kerajinan

  1. Pengertian kerajinan 
  • Kerajinan adalah suatu olahan yang terbuat dari bahan bekas/yang sudah tidak terpakai di sekitar yang diolah dengan sekreatif mungkin yang menaikan kualitas barang dan memiliki nilai guna yang tinggi
      2.  Pengertian bahan AnorganikSuatu bahan yang tidak berguna/bekas yang tidak bisa/sulit terurai
  • Suatu bahan yang tidak berguna/bekas yang tidak bisa/sulit terurai 
      3.  Contoh-contoh bahan anorganik
  • kaleng kaleng
  • sabun mandi
  • kain bekas
  • kaca
  • botol
      4.  Contoh-contoh bahan kerajinan dari bahan anorganik
  • kaleng dibuat menjadi pot/celengan
  • sabun mandi dibuat menjadi cenderemata yang menarik
  • kain bekas dibuat menjadi sebuah tas/sepatu 
  • pecahan kaca dibuat menjadi vase bunga
  • botol bekas dibuat menjadi tempat pensil/lampu tidur
READMORE